Senin, 01 Februari 2010
MEMBANGKITKAN MOTIVASI UNTUK MENCAPAI TUJUAN ANDA DAN SAYA
Kata motivasi semakin sering digunakan akhir-akhir ini. Baik itu di buku-buku populer, seminar-seminar atau lainnya, terutama dalam hal yang menyangkut pengembangan diri. Apa sebenarnya motivasi itu, dari mana dan kenapa perlu motivasi terutama dalam pengembangan diri? Bila anda dan saya mempunyai keinginan, maka anda dan saya perlu motivasi untuk memanifestasi keinginan tersebut. Hanya dengan afirmasi atau niat, tanpa motivasi, belum cukup untuk mewujudkannya.
“Saya bermotivasi tinggi untuk memperbaiki diri sendiri” sebuah contoh kalimat yang digunakan untuk menaikkan motivasi pada diri kita sendiri, untuk sesuatu yang kita inginkan.
Jadi apa sebenarnya motivasi itu?
Motivasi adalah daya pendorong dari keinginan kita agar terwujud.
Motivasi adalah sebuah energi pendorong yang berasal dari dalam kita sendiri.
Motivasi adalah daya pendorong dari keinginan kita agar terwujud. Energi pendorong dari dalam agar apapun yang kita inginkan dapat terwujud. Motivasi erat sekali hubungannya dengan keinginan dan ambisi, bila salah satunya tidak ada, motivasi pun tidak akan timbul.
Banyak dari kita yang mempunyai keinginan dan ambisi besar, tapi kurang mempunyai inisiatif dan kemauan untuk mengambil langkah untuk mencapainya. Ini menunjukkan kurangnya enrgi pendorong dari dalam diri kita sendiri atau kurang motivasi.
Motivasi akan menguatkan ambisi, meningkatkan inisiatif dan akan membantu dalam mengarahkan energi kita untuk mencapai apa yang kita inginkan. Dengan motivasi yang benar kita akan semakin mendekati keinginan kita.
Biasanya motivasi akan besar, bila orang tersebut mempunyai visi jelas dari apa yang diinginkan. Ia mempunyai gambaran mental yang jelas dari kondisi yang diinginkan dan mempunyai keinginan besar untuk mencapainya. Motivasilah yang akan membuat dirinya melangkah maju dan mengambil langkah selanjutnya untuk merealisasikan apa yang diinginkannya.
Lakukan apapun dalam pengembangan diri anda dengan motivasi, baik itu karir, hubungan, spiritual, pekerjaan, menulis, memasak, membeli rumah, mendapatkan pacar, mengajar anak atau apapun. Motivasi ini akan ada, bila ada visi yang jelas dari apa yang anda akan lakukan, mengetahui apa yang akan anda lakukan dan percaya akan kekuatan yang ada pada anda sendiri. Ia akan merupakan kunci sukses dari apapun yang anda lakukan.
Untuk termotivasi, ketahui terlebih dahulu apa yang anda inginkan selanjutnya anda harus dapat meningkatkan energi keinginan itu dan siap untuk melakukan apa saja agar keinginan dapat tercapai.
Motivasi berkaitan erat dengan tercapainya sesuatu keinginan. Sering kita gagal mencapai apa yang kita lakukan, misalnya berhenti minum kopi, merokok dan lainnya karena motivasinya kurang.
Apakah hubungannya motivasi dengan emosi? Sangat erat hubungannya. Keduanya diperlukan untuk proses tercapainya suatu keinginan. Disiplin adalah hal yang perlu agar keinginan tercapai. Untuk tetap disiplin, motivasi yang tinggi akan sangat membantu.
Dalam kehidupan kita, kita sering meniatkan untuk melakukan pengembangan atau merubah kondisi yang kita miliki, tapi sering tidak dilakukan dan berhenti hanya sebagai niat saja. Kenapa berhenti? Itu terjadi karena kurangnya motivasi, antusiasme, keinginan, determinasi, kemauan dan disiplin.
Cobalah setelah membaca tulisan ini untuk benar-benar mengembangkan atau merubah kondisi yang tidak sesuai yang ada dalam diri anda, anda pasti bisa.
Apakah anda sudah termotivasi?
Selasa, 22 Desember 2009
Sabtu, 05 Desember 2009
Enam Cara untuk Lebih Mengenal Diri Anda Sendiri Sebagai Komunikator
- Mintalah umpan-balik.
Barangkali ada beberapa orang yang cukup dekat dengan anda yang dapat secara teratur mengamati komunikasi anda dengan orang lain. Tanyalah orang-orang ini mengenai seberapa baik menurut mereka anda berkomunikasi.
- Carilah umpan-balik.
Jika anda adalah seorang yang sangat peka dan suka memperhatikan dampak diri anda terhadap rang lain, anda mungkin jarang sekali harus meminta umpan-balik dari orang lain. Anda akan mengetahui bagaimana anda di mata orang lain berdasarkan cara mereka berbicara serta terutama reaksi nonverbal mereka terhadap diri anda. Terlalu banyak diantara kita yang takut menerima umpan-balik seperti ini, terutama dalam hubungan pribadi, karena takut akan apa yang kita lihat.
- Rekamlah suara anda.
Ini merupakan cara yang baik untuk memeriksa lafal, kecepatan, nada, serta variasi vokal dari pembicaraan kita. Anda dapat bereksperimen dengan suara anda untuk menghasilkan efek-efek baru. Tetapi, bersiap-siaplah, karena hampir pasti anda akan kecewa ketika pertama kali mendengar suara anda pada alat rekam.
CIRI-CIRI ORANG BERBOHONG : CARA MENGETAHUI ORANG BERBOHONG
Kalau Pinokia berbohong langsung kelihatan. Hidungnya pasti tambah panjang. Bagaimana manusia? Agak sulit. Berikut artikel menarik yang saya comot dari berbagai sumber seputar ciri-ciri orang berbohong. Bisa dari bahasa tubuh cara bicara dll.
- Mintalah umpan-balik.
Barangkali ada beberapa orang yang cukup dekat dengan anda yang dapat secara teratur mengamati komunikasi anda dengan orang lain. Tanyalah orang-orang ini mengenai seberapa baik menurut mereka anda berkomunikasi.
- Carilah umpan-balik.
Jika anda adalah seorang yang sangat peka dan suka memperhatikan dampak diri anda terhadap rang lain, anda mungkin jarang sekali harus meminta umpan-balik dari orang lain. Anda akan mengetahui bagaimana anda di mata orang lain berdasarkan cara mereka berbicara serta terutama reaksi nonverbal mereka terhadap diri anda. Terlalu banyak diantara kita yang takut menerima umpan-balik seperti ini, terutama dalam hubungan pribadi, karena takut akan apa yang kita lihat.
- Rekamlah suara anda.
Jumat, 20 November 2009
CARA KEHIDUPAN SEHARI - HARI
Dari pengalaman kita mengetahui bahwa, suatu teladan/contoh hanya bisa membantu sampai pada tahapan tertentu. Dasar perbuatan-perbuatan baik itu ada dalam diri kita masing-masing. Mentalitas (akal budi) menentukan tindak tanduk kita.
Apabila seseorang ingin berbuat yang terbaik bagi orang lain, terlebih dahulu ia harus memahami dirinya sendiri. Dia harus memahami sebab-sebab yang mendasari perbuatannya. Dengan memahami sebab-sebab yang mendasari perbuatannya.Dengan memahami sebab-sebab yang membuat kita berbuat seperti ini atau itu, maka kita dapat meningkatkan pengertian benar dalam kehidupan kita sehari-hari. Melalui pengertian benar ini, seseorang dapat lebih banyak melakukan perbuatan yang lebih berguna dengan cara yang lebih efektif.
Mentalitas adalah sumber timbulnya perbuatan-perbuatan. Oleh sebab itu, mustahil meningkatkan kebaikan dari perbuatan-perbuatan yang hanya tampak luarnya saja. Banyak tingkatan perbuatan-perbuatan baik, dan ini tergantung dari motivasi mentalnya. Beberapa orang memberi uang kepada orang-orang yang butuh, akan tetapi ini bukan berarti sifat-sifat sombong dan motif keserakahan dari si pemberi tersebut tidak ada. Kemudian yang lain memberi dengan tanpa kesombongan, namun mereka masih melekat; mereka hanya memberi kepada orang yang disukainya saja.
Yang lain lagi, memberi dengan didasari cinta kasih murni, tanpa kemelekatan. Inilah sesunguhnya cara yang lebih baik dalam berdana.
Suatu saat kita mungkin menjadi bingung dan mempertanyakan tentang perlunya mempelajari secara terinci mengenai perbuatan baik. Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat melihat bahwa sangat bermanfaat untuk mengetahui bentuk-bentuk Citta yang berbeda dan mengetahui macam Citta yang memotivasi perbagai perbuatan kita. Bila kita mampu memahami bahwa bentuk-bentuk Citta itu berbeda, saling menyusul satu dengan yang lain melalui proses yang demikian cepat, maka kita akan dapat melihat bahwa bentuk Citta yang tidak baik dapat menggantikan Citta yang baik dengan cepatnya.
